'Beda Planetnya'
KRLmania.com,
Para pengguna Abunemen KRL Ekonomi sampai pagi tadi masih dilanda keragu-raguan akan 'status' Abunemen (KTB) yang telah terlanjur dibeli bulan Februari ini, apakah bisa digunakan untuk naik KRL Ekonomi AC yang telah 'menggusur' jadwal KRL Ekonomi biasa, atau tidak.
Kemarin, ada statemen dari Kepala Humas Daops. I dan Divisi Jabotabek, Ahmad Sujadi, bahwa Abunemen tersebut bisa digunakan khusus di bulan Februari ini saja karena memang KRL Ekonomi AC dioperasikan di 'tengah bulan' yang sedang berjalan. Ini untuk mengakomodir para penumpang yang telah membeli abunemen tetapi KRL ekonomi biasanya (Non AC) terhapus jadwalnya. Berlaku untuk di jalur Bogor dan Bekasi, kecuali KRL South line Depok - Manggarai.
Sayangnya, kebijakan ini dimentahkan implementasinya di tingkat operasional. Di lapangan, sejak semalam dan pagi tadi, banyak Roker yang mengeluhkan ulah petugas lapangan yang menolak abunemen KRL Ekonomi di dalam KRL Ekonomi AC.
Erik, Agus Setiawan, dan Firman, Roker KRL mania menyaksikan secara langsung penolakan petugas pemeriksa tiket di KRL Ekonomi AC, saat ditunjukkan Abunemen KRL Ekonomi bulan Februari. Petugas tersebut berdalih harga tiket KRL Ekonomi AC adalah enam ribu rupiah dan abunemen tersebut tidak berlaku di KRL tersebut.
Pagi tadi KRL mania sempat menanyakan tentang 'kesimpangsiuran' informasi ini kepada Ahmad Sujadi. Ia mengatakan bahwa memang benar Abunemen KRL Ekonomi, khusus bulan Februari ini, berlaku untuk naik KRL Ekonomi AC, kecuali KRL South Line.
Kejadian seperti ini tak urung membuat banyak penumpang KRL yang terheran-heran. "Kayaknya antara pimpinan PT KA ama petugas lapangannya hidup di planet yang beda kali ya. Masa informasi dari atas gak sampai ke bawah," ujar Siti, Roker Depok.
(nc)
|