March 19, 2013, 3:47 pm
Press Release : Dirut KAI, MenBUMN, Menhub, Dirjen KA, Menkeu, dan DPR, Berhentilah Bersandiwara. Segeralah Bertindak Selamatkan Layanan KRL Jabotabek!

Belakangan ini Roker (rombongan penumpang kereta) KRL kembali disuguhi berita mengenai akan dihapuskannya KRL Ekonomi. Untuk kesekian kalinya isu ini bergulir kembali. Tapi tak ada berita positif bagi roker. Karena yang disampaikan masih berkutat di tarik ulur soal subsidi (PSO - Public Service Obligation). Malah yang nampak adalah sandiwara antar pejabat. Ya! Sandiwara!
- Dirut KAI mewacanakan supaya tidak perlu PSO bagi roker;
- Menteri BUMN sedih karena IMO (Infrastructure Maintenance Obligation) buat KAI tak kunjung cair;
- Dirjen KA malah menurunkan nilai PSO bagi kereta api;
- DPR mengajak class action kalau KRL Ekonomi dihapus (padahal kewenangan anggaran subsidi ada di DPR);
- Menhub belum bersuara atas issue ini (Apakah karena kesibukan partai?)
- Menkeu belum mencairkan dana IMO dan PSO sesuai yang sudah disetujui DPR.

Intinya, kesemua pihak belum mau duduk bersama untuk menyelesaikan permasalahan ini, agar masyarakat Jabotabek tetap naik KRL dan mengurangi subsidi BBM.

Sampai kapan sandiwara dari semua pihak tersebut di atas akan berakhir? Tidak adanya sinergi dari semua pihak itu membuat carut-marut permasalahan KRL Jabodetabek sulit diperbaiki.

Sementara itu untuk layanan Commuter Line yang notabene non-PSO (non-subsidi) pun ternyata tidaklah lebih baik. Pemenuhan SPM (Standar Pelayanan Minimum) masih rendah. Rekomendasi kami untuk memilih poin SPM yang mudah, murah, dan berdampak, belum juga ditindaklanjuti. Ditambah gangguan-gangguan perjalanan seperti gangguan persinyalan dan wesel masih saja rutin melanda. Belum lagi ketidakjelasan tiket berlangganan (abunemen), tiket elektronik, dan sebagainya.

Pertanyaan yang mendasar untuk diajukan adalah jika KAI merasa tidak mampu secara teknis dan finansial untuk menjalankan KRL Ekonomi, maka kenapa harus mengusulkan subsidinya yang dicabut? Ini tidak logis. Semestinya KAI tetap mengusulkan PSO, sekaligus menjalankan semua KRL AC. Karena saat ini AC bukan barang mewah, sehingga tak tabu untuk menerima subsidi. Sebut saja busway (ber-AC) di Jakarta juga disubsidi via mekanisme BLU. Di area lain, banyak pula bus AKAP AC dengan Tarif Biasa. Ini semua mengindikasikan AC di alat transportasi bukanlah sesuatu yg wah.

Menurut hemat kami, KRL (yang nantinya semua berjalan sebagai Commuter Line jika yang non-AC dipensiunkan) juga layak memperoleh dukungan PSO. Penggunaan KRL mesti dipandang sebagai sarana penghematan subsidi BBM (daripada menggunakan mobil/motor pribadi di jalan raya), sarana mengurangi kemacetan jalan raya, menekan polusi, dan pada akhirnya meningkatkan produktivitas dan perekonomian.

Di sisi lain, pencabutan PSO dari KRL juga mesti memperhatikan dampaknya kepada para customer jasa layanan KRL Ekonomi selama ini, yang tidak hanya pekerja kantoran melainkan juga pelajar, mahasiswa, pedagang, dan sebagainya. Apabila penumpang yang biasa menggunakan KRL Ekonomi berganti menggunakan Commuter Line, maka akan merasakan kenaikan biaya transportasi hingga 3-4 kali lipat. Ini adalah kenaikan yang signifikan. Ditengarai bahwa sebagian penumpang akan beralih menggunakan kendaraan pribadi. Tentunya ini akan menjadi tambahan beban berat bagi pemerintah untuk menjaga kuota subsidi BBM.

Untuk itu kami tegaskan sekali lagi melalui press release ini: kepada Dirut KAI, MenBUMN, Menhub, Dirjen KA, Menkeu, dan DPR, berhentilah bersandiwara. Segeralah bertindak secara sinergis untuk menyelamatkan layanan KRL Jabotabek!

Semoga Tuhan Yang Maha Esa memberikan petunjuk dan hidayah-Nya bagi kita semua.

Demi KRL Jabodetabek yang Manusiawi dan Lebih Baik.
Jakarta, 18 Maret 2012

Komunitas Pengguna KRL Jabodetabekser (KRL-mania@yahoogroups.com)

KRLmania, Komunitas Pengguna KRL Jabodetabekser
Commuter Line Anjlok di Stasiun Cilebut
Pemenang Pertama Lomba Penulisan 'Nganufacturing Hope' KRLmania : Lelaki Sangat Cepat Jika Bertemu Wanita Hebat
Masukan dari Komunitas KRLmania tentang Perubahan Rute KRL Jabodetabek
Surat dari KRLmania untuk Pak Menhub yang Baru : "Naik KRL yuk Pak.."








tempat curhat dan info seputar KRL di krl-mania@yahoogroups.com :  

© Hak Cipta ada pada redaksi krlmania.com, isi dilindungi Undang-Undang.
Diperbolehkan memperbanyak isi dan segala hal yang ada pada website ini tanpa persetujuan redaksi
dan dengan mencantumkan sumber berita krlmania.com